Connect with us

Lifestyle

5 Cara Efektif Kontrol Pemakaian Ponsel pada Anak

Published

on

Jakarta, Beritacelebes.com – Gadget seperti telpon pintar atau tablet memberikan kemudahan mengakses dunia luar. Meski begitu, kebebasan di dunia digital tetap harus dikontrol dan diawasi terutama pada anak.

Pegiat perlindungan anak, Diena Haryana menjelaskan penggunaan gadget bagi anak yang tidak dipantau dapat berakibat buruk bagi tumbuh kembang anak.

“Ketidakmampuan orang tua yang tidak mengontrol dapat berdampak buruk pada anak. Bisa melalui games, media sosial, pornografi, dan kejahatan lainnya di dunia siber,” kata Diena dalam diskusi gelaran ‘Bali Spirit Festival’ di Jakarta, Kamis (22/3).

Menurut Diena, pemakaian gadget dapat memicu kecanduan yang membuat perilaku anak dapat berubah. Anak disebut cenderung tidak dapat berkomunikasi dengan baik di dunia nyata dan memiliki kosakata yang sedikit.

Selain itu, Diena menyebut jika anak terpapar pornografi maka dapat membuat kecanduan yang lebih parah dari pada narkotika. Kecanduan ini dapat merusak cara otak dalam fokus, berpikir dan mengambil keputusan.

Belum lagi bahaya kejahatan di dinia siber yang berujung pada penculikan, eksploitasi, perdagangan, dan kekerasan seksual. Oleh karena itu, Diena mengatakan orang tua perlu mengontrol dan mengawasi penggunaan gadget bagi anak. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mengontrol penggunaan gadget pada anak.

Waspadai dan awasi penggunaan ponsel terhadap anak anda. Mengingat banyak konten yang butuh bimbingan orang tua.

1. Mengaktifkan kontrol orang tua

Diena menyebut orang tua harus memasang fitur ‘kontrol orang tua’ pada telepon pintar sebelum digunakan anak. Fitur ini tersedia berupa aplikasi pada gadget. Fitur ini dapat membatasi hal-hal yang boleh diakses oleh anak selama menggunakan gadget. Orang tua juga dapat memantau aktivitas anak.

2. Gadget tidak diberikan

Orang tua disarankan untuk tidak memberikan kepemilikan gadget kepada anak dengan sepenuhnya. Sebaliknyanya, gunakan istilah meminjamkan agar dapat dilakukan pengawasan.

“Jangan diberikan, tapi dipinjamkan dengan persyaratan atau perjanjian. Misalnya, kalau nanti ada apa-apa gadget akan diambil kembali. Ini harus diberi pengertian di awal sebelum memakai gadget,” tutur Diena. Dengan begitu, orang tua masih memiliki hak untuk mengecek gadget milik anak.

3. Sering memantau

Orang tua diminta untuk sering memantau aktivitas anak di gadget dengan memeriksa bagian history ataupun percakapan anak di media sosial. Jika ada yang mencurigakan, sebaiknya beri nasihat pada anak dengan baik.

4. Batasi waktu penggunaan

Penelitian menyebut penggunaan gadget untuk anak maksimal 4 jam 17 menit setiap harinya. Diena menyarankan agar anak hanya diizinkan memegang gadget di siang hari. Sementara, terapkan waktu tanpa gadget pada pukul 6-9 malam.

“Gunakan jam itu untuk berkomunikasi dengan anak atau aktivitas lain seperti belajar. Sebelum tidur boleh lihat sebentar,” ujar Diena. Agar anak dapat lepas dari gadget, cari kegiatan lain yang lebih bermanfaat seperti kursus di bidang seni atau olahraga sesuai dengan minat anak.

5. Jangan di kamar tidur

Diena melarang anak menggunakan gadget di kamar tidur karena orang tua tak bisa mengawasi anak dengan leluasa. Sebaiknya, penggunaan gadget dilakukan di ruangan yang lebih terbuka agar dapat diawasi.

“Letakkan komputer, laptop atau tablet menghadap ke ruangan jadi kegiatan anak bisa dilihat,” ucap Diena. (red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lifestyle

Kue Buroncong, Penganan Makassar Tak Lekang oleh Zaman

Published

on

By

Beritacelebes.com, Makassar – Buroncong merupakan kue khas Bugis Makassar yang masih bisa ditemui hingga saat ini. Kue yang berbentuk mirip kue pukis dan dibakar di atas tungku api ini masih menjadi favorit bagi masyarakat, terutama di Makassar.

Informasi yang dihimpun redaksi, kue ini sudah dikenal sejak puluhan tahun lalu, malah mungkin ratusan tahun lalu oleh masyarakat Sulawesi Selatan. Namun, belum ada sumber atau data yang tahu betul kapan asal mula pastinya kue tradisional ini ditemukan.

Menikmati kue buroncong, bisa menjadi salah satu alternatif untuk bernostalgia tentang masa lalu. Seiring perkembangan zaman, kuliner khas Makassar ini selalu punya tempat di lidah warga Makassar.

Biasanya kue ini dinikmati pada waktu pagi hari saat masih hangat dan disajikan bersama minum teh atau kopi pada waktu bersantai bersama keluarga.

Ragam Nama Kue Buroncong

Kue yang memiliki banyak penyebutan ini seperti beroncong, garoncong, geroncong, atau kue ganco ini sering dijumpai di sekitar Jalan Hertasning atau saat Car Free Day di Pantai Losari setiap Minggu pagi.

Gerobak yang mempunyai tungku api adalah ciri khas dari gerobak buroncong. Varian rasanya pun berbeda beda setiap penjual, terkadang asin, kadang manis. Dahulunya, kue buroncong ini harganya hanya 500 rupiah.

Kebanyakan juga kue ini disebut sebagai kue yang paling berat di dunia. Sebab, namanya mirip dengan alat pengangkat khusus seperti yang dipakai para buruh pelabuhan untuk mengangkat karung, yakni gancu.

(AHPT)

Continue Reading

Lifestyle

Lokasi Wisata Indah Di Ketinggian KM 11 Parigi, Sulteng

Published

on

By

Beritacelebes.com, Parigi – Tempat wisata yang satu ini kini mulai ramai dikunjungi. Selain kita bisa berinteraksi langsung dengan satwa liar (monyet) kita juga dapat mengabadikan keindahan alamnya melalui ketinggian pengunungan KM 11 di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi tengah. (red)

Continue Reading

Lifestyle

Baznas Resmikan Rumah Sehat di Sulteng

Published

on

By

Beritacelebes.com, Palu – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meresmikan Rumah Sehat Baznas (RSB) di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). RSB yang berlokasidi Desa/Kecamatan Siniu, Kabupaten Parimo itu sengaja didirikan sebagai akses kesehatan unggulan di daerah setempat yang diperuntukkan gratis bagi kalanganwarga tidak mampu (dhuafa).

Selain itu, RSB tersebut jugadikelola secara profesional dengan melibatkan tenaga-tenaga medis hasil kerja samadengan perguruan tinggi kedokteran terkemuka di Sulawesi Tengah. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Ketua Baznas Bambang Sudibyo bersama Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojobberapa waktu lalu.

“RSB ini dibangun menggunakandana infak untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat,” kata Bambang lewat siaran pers nya.

Dia berpendapat, kesehatan adalah nilai investasi yang sangat implikatif, karena akan bermuara pada kebangkitan produktivitas masyarakat dalam memperbaiki kualitas hidupnya. Untuk itu, dia berharap, kehadiran RSB di Sulteng yang pembangunannya menelan biaya hingga senilai Rp 4,5 miliar itu bisa memberikan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma kepada masyarakat setempat.

Gedung RSB Parimo memiliki ukuran853 meter persegi dan dibangun bertingkat dua lantai di atas lahan seluas 5.000 meter persegi. Dalam setahun ke depan, RSB itu diproyeksikan bisa melayani rawat inap dengan kapasitas 60 pasien.

Bambang menjelaskan, RSB adalah salah satu program unggulan Baznas sebagai lembaga pemerintah non struktural yang salah satu tugasnya adalah memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. “RSB ini menjadi proyek unggulan kami, yang dipadukan dengan program penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Bbaznas,” ucap mantan menteri keuangan RI itu.

RSB Parimo, adalah RSB ke-6 diIndonesia yang dibangun dan dikelola Baznas. Sebelumnya, fasilitas kesehatan yang sama telah dibangun pula di Jakarta, Bantul (Yogyakarta), Sidoarjo (JawaTimur), Makasar (Sulawesi Selatan), dan Pangkalpinang (Bangka).

Bambang mengatakan, tujuan pembangunan RSB adalah untuk memeratakan akses kesehatan dan pengobatan bagi warga tak mampu. Di samping itu, pendirian RSB juga sejalan dengan upaya perwujudan sila kelima Pancasila yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bupati Parimo Kol (Purn) Samsurizal Tombolotutu menyambut baik kehadiran RSB di daerahnya. Menurut dia, keberadaan fasilitas kesehatan tersebut bisa menjadi penyempurna rencana tata ruang di Kabupaten Parimo untuk masa yang akan datang.

“RSB ini nantinya juga berfungsi sebagai rumah sakit rujukan di Parimo dan akan terintegrasi dengan pesantren, kantor kepolisian, serta dilengkapi gedung rehabilitasi narkoba,” ujarnya. (red)

 

Continue Reading

Trending