Connect with us

Lifestyle

5 Destinasi Wisata Menarik di Bulan April

Published

on

 

Jakarta, Beritacelebes.com – April disebut bulan yang tepat untuk memulai perjalanan wisata, karena kawasan Utara mulai hangat dan kawasan Selatan mulai teduh.

Salah satu atraksi wisata yang bisa disaksikan saat bulan April ialah musim mekar bunga.

Walau masih hujan dan badai masih mengancam, namun harga akomodasi yang ditawarkan di bulan April tergolong lebih murah ketimbang bulan-bulan selanjutnya menuju musim panas.

Berikut ini ialah rekomendasi destinasi wisata yang pas untuk dikunjungi di bulan April:

1. Paris, Perancis

Suhu di Paris mulai menghangat di bulan April. Sebaiknya tak membawa baju yang terlalu tebal, karena udara bakal terasa lembab.

Sepanjang bulan itu, akan ada sejumlah atraksi wisata digelar, yakni; pameran Art Paris Art Fair, pasar bunga Marché aux fleurs, sampai musim mekar bunga di Istana Versailles.

Tak hanya di taman, pemandangan musim semi juga bisa dinikmati di Pere Lachaise, kawasan pemakaman yang menjadi tempat bersemayam Oscar Wilde, Edith Piaf, hingga Jim Morrison.

2. Kyoto, Jepang

Piknik sambil menikmati musim mekar Bunga Sakura alias hanami merupakan tradisi di Jepang yang bakal ramai dilakukan pada bulan April.

Kyoto merupakan kawasan paling selatan di Jepang yang disebut lebih dulu mengalami musim mekar Sakura.

Beberapa kawasan yang bisa dikunjungi untuk hanami di Kyoto ialah Sungai Kamogawa, Kuil Shinto Heian, dan sepanjang jalan Gion.

Jika bosan dengan warna pink Bunga Sakura, bisa juga menikmati pemandangan Hutan Bambu Sagano yang berhawa sejuk.

3. Amsterdam, Belanda

Musim semi datang ke Belanda di bulan April. Jika Jepang punya Bunga Sakura, maka Negara Kincir Angin ini punya Bunga Tulip yang bermekaran.

Taman Keukenhof menjadi pusat menyaksikan Tulip bermekaran di Amsterdam.

Selain musim mekar, penduduk Belanda juga bakal merayakan hari ulangtahun sang raja, yang disebut King’s Day, di bulan ini.

4. Maroko

Suhu di Maroko mulai menghangat di bulan April. Siang hari akan cerah, meski malam hari udara dingin tetap bertiup, terutama di kawasan yang berada dekat dengan pegunungan.

Sama seperti di Jepang, Maroko juga mengalami musim mekar bunga di bulan ini. Yang ingin melihat bunga-bunga cantik bermekaran bisa mengunjungi taman Jardin Majorelle.

📷 by @thenomadicpeople. #Travelmorocco #Morocco #Essaouira

A post shared by Travel Morocco™ (@travelmorocco) on

Karena hujan mulai jarang turun, beragam aktivitas di luar ruang juga mulai bisa dilakukan seperti keliling pasar, menunggangi unta, sampai kongko di kawasan pelabuhan Tangiers atau Fez.

Di bulan April, Maroko juga punya festival musik Jazzablanca, berupa festival musik jazz dan Merzouga, berupa festival seni budaya di tengah gurun.

5. Nikaragua

Banyak orang yang mengunjungi Kosta Rika dan Panama, tapi tak banyak orang yang datang ke Nikaragua. Padahal, pemandangan alamnya tak kalah indah.

Ada banyak kegiatan wisata yang bisa dilakukan di Nikaragua selama bulan April yang hangat dan lembab.

Bagi yang ingin surfing atau diving, bisa mengunjungi kawasan resor Emerald Coast atau Corn Islands.

Bagi yang ingin berwisata sejarah, bisa mengunjungi kawasan Leon, yang masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO, atau Granada.

Tak jauh dari Leon, ada Gunung Cerro Negro yang juga pas didaki pada bulan ini.

(red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lifestyle

Kue Buroncong, Penganan Makassar Tak Lekang oleh Zaman

Published

on

By

Beritacelebes.com, Makassar – Buroncong merupakan kue khas Bugis Makassar yang masih bisa ditemui hingga saat ini. Kue yang berbentuk mirip kue pukis dan dibakar di atas tungku api ini masih menjadi favorit bagi masyarakat, terutama di Makassar.

Informasi yang dihimpun redaksi, kue ini sudah dikenal sejak puluhan tahun lalu, malah mungkin ratusan tahun lalu oleh masyarakat Sulawesi Selatan. Namun, belum ada sumber atau data yang tahu betul kapan asal mula pastinya kue tradisional ini ditemukan.

Menikmati kue buroncong, bisa menjadi salah satu alternatif untuk bernostalgia tentang masa lalu. Seiring perkembangan zaman, kuliner khas Makassar ini selalu punya tempat di lidah warga Makassar.

Biasanya kue ini dinikmati pada waktu pagi hari saat masih hangat dan disajikan bersama minum teh atau kopi pada waktu bersantai bersama keluarga.

Ragam Nama Kue Buroncong

Kue yang memiliki banyak penyebutan ini seperti beroncong, garoncong, geroncong, atau kue ganco ini sering dijumpai di sekitar Jalan Hertasning atau saat Car Free Day di Pantai Losari setiap Minggu pagi.

Gerobak yang mempunyai tungku api adalah ciri khas dari gerobak buroncong. Varian rasanya pun berbeda beda setiap penjual, terkadang asin, kadang manis. Dahulunya, kue buroncong ini harganya hanya 500 rupiah.

Kebanyakan juga kue ini disebut sebagai kue yang paling berat di dunia. Sebab, namanya mirip dengan alat pengangkat khusus seperti yang dipakai para buruh pelabuhan untuk mengangkat karung, yakni gancu.

(AHPT)

Continue Reading

Lifestyle

Lokasi Wisata Indah Di Ketinggian KM 11 Parigi, Sulteng

Published

on

By

Beritacelebes.com, Parigi – Tempat wisata yang satu ini kini mulai ramai dikunjungi. Selain kita bisa berinteraksi langsung dengan satwa liar (monyet) kita juga dapat mengabadikan keindahan alamnya melalui ketinggian pengunungan KM 11 di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi tengah. (red)

Continue Reading

Lifestyle

Baznas Resmikan Rumah Sehat di Sulteng

Published

on

By

Beritacelebes.com, Palu – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meresmikan Rumah Sehat Baznas (RSB) di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). RSB yang berlokasidi Desa/Kecamatan Siniu, Kabupaten Parimo itu sengaja didirikan sebagai akses kesehatan unggulan di daerah setempat yang diperuntukkan gratis bagi kalanganwarga tidak mampu (dhuafa).

Selain itu, RSB tersebut jugadikelola secara profesional dengan melibatkan tenaga-tenaga medis hasil kerja samadengan perguruan tinggi kedokteran terkemuka di Sulawesi Tengah. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Ketua Baznas Bambang Sudibyo bersama Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojobberapa waktu lalu.

“RSB ini dibangun menggunakandana infak untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat,” kata Bambang lewat siaran pers nya.

Dia berpendapat, kesehatan adalah nilai investasi yang sangat implikatif, karena akan bermuara pada kebangkitan produktivitas masyarakat dalam memperbaiki kualitas hidupnya. Untuk itu, dia berharap, kehadiran RSB di Sulteng yang pembangunannya menelan biaya hingga senilai Rp 4,5 miliar itu bisa memberikan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma kepada masyarakat setempat.

Gedung RSB Parimo memiliki ukuran853 meter persegi dan dibangun bertingkat dua lantai di atas lahan seluas 5.000 meter persegi. Dalam setahun ke depan, RSB itu diproyeksikan bisa melayani rawat inap dengan kapasitas 60 pasien.

Bambang menjelaskan, RSB adalah salah satu program unggulan Baznas sebagai lembaga pemerintah non struktural yang salah satu tugasnya adalah memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. “RSB ini menjadi proyek unggulan kami, yang dipadukan dengan program penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Bbaznas,” ucap mantan menteri keuangan RI itu.

RSB Parimo, adalah RSB ke-6 diIndonesia yang dibangun dan dikelola Baznas. Sebelumnya, fasilitas kesehatan yang sama telah dibangun pula di Jakarta, Bantul (Yogyakarta), Sidoarjo (JawaTimur), Makasar (Sulawesi Selatan), dan Pangkalpinang (Bangka).

Bambang mengatakan, tujuan pembangunan RSB adalah untuk memeratakan akses kesehatan dan pengobatan bagi warga tak mampu. Di samping itu, pendirian RSB juga sejalan dengan upaya perwujudan sila kelima Pancasila yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bupati Parimo Kol (Purn) Samsurizal Tombolotutu menyambut baik kehadiran RSB di daerahnya. Menurut dia, keberadaan fasilitas kesehatan tersebut bisa menjadi penyempurna rencana tata ruang di Kabupaten Parimo untuk masa yang akan datang.

“RSB ini nantinya juga berfungsi sebagai rumah sakit rujukan di Parimo dan akan terintegrasi dengan pesantren, kantor kepolisian, serta dilengkapi gedung rehabilitasi narkoba,” ujarnya. (red)

 

Continue Reading

Trending