Connect with us

Politik

Alumni PMII Dukung Gus Ipul dan Puti

Published

on

Beritacelebes.com, Surabaya – Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang tergabung dalam Jaringan Alumni Muda PMII (JAMPI) Jawa Timur mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno, Sabtu (24/3/2018).

Acara ini juga dihadiri oleh beberapa fungsionaris partai politik pengusung pasangan Gus Ipul dan Mbak Puti, seperti Fauzan Fuadi (Wakil Sekretaris DPW PKB Jatim), Bambang DH (Ketua Bidang Pemenengan Pemilu DPP PDI Perjuangan), hingga Anwar Sadad (Sekretaris DPD Gerindra Jatim).

Berdasarkan penjelasan Ketua Jampi Jatim, Abdul Hamid, ada beberapa alasan pihaknya mendeklarasikan dukungan kepada Gus Ipul dan Mbak Puti.

“Mengapa kami memilih Gus Ipul dan Mbak Puti? Kebetulan pas dengan nomor urut beliau, ada dua alasan,” ujar Hamid pada sambutannya.

“Sudah hampir selama 10 tahun memimpin Jawa Timur bersama Pakde Karwo (Soekarwo, Gubernur Jatim), beliau tidak pernah satu pun terlibat kasus korupsi atau pun kasus lain. Bukti nyata beliau memiliki integritas,” tegasnya.

Alasan kedua, Gus Ipul juga dinilai memiliki pengalaman memimpin Jawa Timur dibandingkan calon lain.

“Prestasi Pakde selama memimpin Jawa Timur, tidak lepas dari bantuan Gus Ipul. Gus Ipul dengan setia mau menanti selama 10 tahun dan berkaloborasi memimpin Jawa Timur,” jelasnya. (red)

Politik

Gerindra Sulteng Deklarasi Prabowo sebagai Capres pada 1 April

Published

on

By

Beritacelebes.com, Palu – Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerakan Indonesia Raya Sulawesi Tengah segera mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden RI.

“Sesuai jadwal, deklarasi Prabowo Subianto sebagai calon presiden akan dilaksanakan pada Minggu, 1 April 2018 ini. Deklarasi akan kami gelar sekira pukul 19.30 WITA,” sebut Andi Risman, Kepala Kantor DPD Partai Gerindra Sulteng, Jumat, 30 Maret 2018.

Menurut Risman, deklarasi akan dihadiri oleh pengurus Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra dari 13 kabupaten dan kota se-Sulteng serta seluruh Pengurus DPD. Deklarasi pen-capres-an mantan Komandan Jenderal Korps Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat ini dipusatkan di Kantor DPD Partai Gerindra Sulteng, di Jalan Elang Nomor 77, Palu.

Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng Longki Djanggola menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto untuk menjadi Capres RI merupakan keputusan seluruh pimpinan DPD, DPC dan aspirasi kader se-Sulteng.

“Deklarasi pencapresan Prabowo akan digelar oleh Pengurus DPD Partai Gerindra se-Indonesia di wilayahnya masing-masing. Dan untuk Sulteng kita pilih 1 April 2018 ini,” sebut politisi yang juga Gubernur Sulteng ini.

Di Sulteng, Partai Gerindra menjadi pemenang ke-2 pada Pemilu 2014 lalu. Gerindra berada di bawah Partai Golkar yang meraup suara 274.610 atau setara dengan 19,27 persen dari total suara sah 1.424.748 suara.

Sedang Gerindra memeroleh 182.217 suara atau setara dengan 12,78 persen.

Dengan modal itu, Gerindra Sulteng yakin dapat menyumbang suara bagi kemenangan Prabowo pada Pemilu 2019.

Adapun secara Nasional, Gerindra berada pada peringkat ke-3 setelah PDI Perjuangan dan Partai Golkar.

Pada Pemilu 2014, Gerindra meraup 14.760.371 suara atau setara 11,81 persen dari total perolehan suara sah di 33 provinsi sebesar 124.972.491 suara.

(Antaranews)

Continue Reading

Politik

Legislator minta proyek SPAM pasigala terus dilanjutkan

Published

on

By

Beritacelebes.com, Palu – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Muhidin M Said menyatakan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang mendistribusikan kebutuhan air bersih di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi (Pasigala) akan terus dilanjutkan.

“Saya sudah katakan, baik kepada menteri dan Dirjen, bahwa proyek tersebut bisa diteruskan dan dilanjutkan, jangan nanti ada masalah baru berhenti, kalau ada masalah soal hukum silahkan dilanjutkan,” katanya usai menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) tingkat Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2018 di Kota Palu, Kamis.

Legislator Partai Golkar daerah pemilihan Sulawesi Tengah itu menjelaskan dari 600 liter per detik yang direncanakan, masih 160 liter per detik yang terealisasi. Dirinya telah melakukan konsultasi dengan sejumlah pihak dan ada beberapa masalah kecil yang harus dibenahi.

“Proyek itu tidak bisa berhenti, karena menyangkut kepentingan rakyat, untuk kebutuhan dua kabupaten dan satu kota,” ujarnya.

Bagi Muhidin, jika ada masalah, apalagi terjadi masalah hukum, silahkan ditegakkan, namun proyek ini harus berjalan terus.

“Kami sangat ingin daerah ini maju, seluruh program yang memberikan dampak positif bagi daerah dan bagi rakyat itu kita bantu,” ungkap Muhidin.

Beberapa waktu lalu, Forum Pemuda Peduli Daerah (FPPD) Sulteng mempertanyakan tindak lanjut proyek SPAM Pasigala yang telah dikerjakan sejak 2009 dan telah menelan anggaran ratusan miliar namun hingga kini belum beroperasi.

Berdasarkan perjanjian kerjasama antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten pada salah satu Diktumnya menyebutkan SPAM Pasigala akan difungsikan pada tahun 2016.

“Namun kenyataannya hingga 2018 ini, SPAM Pasigala belum juga beroperasi,” kata Ketua FPPD Sulawesi Tengah, Eko Arianto.

Eko menjelaskan, dasar perjanjian kerjasama antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota tertuang dalam dokumen perjanjian Nomor 24/NKB/D/2014, tertanggal 17 Desember 2014.

Salah satu diktumnya menyebutkan bahwa SPAM Regional Pasigala akan difungsikan pada tahun 2016, yang mana sumber airnya berasal dari air baku Sungai Saluki yang telah dibangun Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi III (BWSS III), dari tahun 2009 sampai 2016.

Pembangunan proyek penyediaan air minum sudah berjalan sejak delapan tahun terakhir, namun pengoperasiannya tak kunjung dilakukan.

Menurutnya, anggaran pembangunan infrastruktur tersebut, selain dibiayai APBN melalui BWSS III, juga menyerap dana ratusan miliar dari APBD provinsi yang dikucurkan melalui Dinas Cipta Karya Sulteng dalam beberapa tahap pekerjaan sejak 2009 hingga 2016.

(Antaranews)

Continue Reading

Nasional

Kapolri Beberkan Fakta Mengejutkan dari Pidato Prabowo

Published

on

By

Beritacelebes.com, Bengkulu – Kapolri Jenderal Tito Karnavian buka suara soal pidato Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang belakangan ramai dibicarakan.

Menurut Tito, prediksi kehancuran Indonesia pada tahun 2030 yang disampaikan Prabowo memang berdasarakan political science. Tapi, belum terlalu akurat.

Meski begitu, prediksi ini bisa dimanfaatkan untuk menyatukan masyarakat dalam memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Bapak Prabowo melihatnya berlandaskan tulisan dari dua orang yakni PW Singer dan August Cole. Ini (Ghost Fleet) adalah cerita science fiction. Mereka berdua cukup dikenal reputasinya baik dalam political science, tapi keduanya bukan spesialis untuk Asia Tenggara. Jadi kalau saya melihat kontennya, belum terlalu akurat,” tutur Tito dalam sela kunjungannya di Mapolda Bengkulu, Sabtu (24/3/2018), dikutip dari kompas.com.

Tito mengatakan, sosok Prabowo yang dikenalnya memang menyukai hal-hal berbau akademis. Dalam beberapa kali dialog bersama petinggi Partai Gerindra itu, Tito melihat Prabowo sangat tertarik dengan hal-hal akademis.

Oleh karena itu, Tito juga mengungkapkan bahwa pidato yang disampaikan Prabowo ini bisa menjadi “wake up call” alias panggilan untuk mempersatukan NKRI.

“Pidato Pak Prabowo bisa sebagai wake up call untuk mempersatukan NKRI,” lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Prabowo mengatakan, berdasarkan scenario writing pihak asing, pada tahun 2030 Indonesia tak ada lagi.

“Jadi di luar negeri itu ada scenario writing, yang nulis itu ahli-ahli intelijen strategis. Dibuka dong, baca dong,” tutur Prabowo saat menyampaikan pidato di Hotel Milineum, Jakarta, Kamis (22/3/2018) lalu.

Mengenai prediksi tersebut, Prabowo menuturkan bahwa hal ini merupakan peringatan bagi Pemerintah Indonesia agar tak lagi menganggap enteng berbagai masalah yang kini tengah dihadapi, termasuk kemiskinan, kesenjangan ekonomi, penguasaan sumber daya, hingga masalah lingkungan.

Prabowo menegaskan, hingga kini masih banyak pihak asing yang mencoba mengganggu kedaulatan Indonesia, seperti yang terjadi di masa penjajahan.

(GEM)

Continue Reading

Trending