Connect with us

Lifestyle

Peringati Hari Kesehatan Nasional, Syahrul Ajak Warga Sulsel Hidup Sehat

Published

on

Makassar, Beritacelebes.com – Gubernur Sulawesi Selatan H Syahrul Yasin Limpo mengajak para masyarakat untuk hidup sehat di acara senam bersama dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke 53 tahun.

Senam bersama ini berlangsung di Kawasan Car Free Day Sudirman, depan Rujab Gubernuran Sulsel Jl Jend Sudirman, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar.

yahrul YL mengatakan jika seseorang tidak sehat apapun tak ada artinya. Bahkan, menurutnya, seorang yang tidak sehat mereka tak bisa melakukan hal yang lebih baik.

Olehnya itu, Gubernur Sulsel dua periode ini tak lupa menyerukan kepada masyarakat untuk hidup sehat, dan mengajak orang untuk berolahraga.

Menurutnya ada tiga unsur seseorang akan menjadi sehat, yakni olahraga, makan sayur buah dan ikan, serta mengatur pola makan.

“Hari ini kita merayakan kesehatan nasional ke 53, ayo kita sama sama membangun pelaksanaan kesehatan yang paling baik di Indonesia, ” ujar Syahrul YL.

“Kita harus mebuktikan bahwa daerah ini paling sehat,” tambahnya.

Agar semua berjalan sempurnah, Syahrul pun memibta keterlibatan semua pihak, khususnya aparatur negara yang bertugas di kesehatan untuk menjalankan tupoksi sesuai dengan pungsinya masing-masing.

Sementara itu, Kadid Kesehatan Sulsel dr Latief mengatakan bahwa kegiatan senam bersama ini diadakan di seluruh provinsi di Indonesia.

Khusus untuk Sulsel, juga diadakan serentak di 24 Kabupaten dan Kota di Sulsel.

“Hari ini, selain diadakan senam, juga diadakan check up kesehatan gratis, ” katanya. (red)

 

Lifestyle

Kue Buroncong, Penganan Makassar Tak Lekang oleh Zaman

Published

on

By

Beritacelebes.com, Makassar – Buroncong merupakan kue khas Bugis Makassar yang masih bisa ditemui hingga saat ini. Kue yang berbentuk mirip kue pukis dan dibakar di atas tungku api ini masih menjadi favorit bagi masyarakat, terutama di Makassar.

Informasi yang dihimpun redaksi, kue ini sudah dikenal sejak puluhan tahun lalu, malah mungkin ratusan tahun lalu oleh masyarakat Sulawesi Selatan. Namun, belum ada sumber atau data yang tahu betul kapan asal mula pastinya kue tradisional ini ditemukan.

Menikmati kue buroncong, bisa menjadi salah satu alternatif untuk bernostalgia tentang masa lalu. Seiring perkembangan zaman, kuliner khas Makassar ini selalu punya tempat di lidah warga Makassar.

Biasanya kue ini dinikmati pada waktu pagi hari saat masih hangat dan disajikan bersama minum teh atau kopi pada waktu bersantai bersama keluarga.

Ragam Nama Kue Buroncong

Kue yang memiliki banyak penyebutan ini seperti beroncong, garoncong, geroncong, atau kue ganco ini sering dijumpai di sekitar Jalan Hertasning atau saat Car Free Day di Pantai Losari setiap Minggu pagi.

Gerobak yang mempunyai tungku api adalah ciri khas dari gerobak buroncong. Varian rasanya pun berbeda beda setiap penjual, terkadang asin, kadang manis. Dahulunya, kue buroncong ini harganya hanya 500 rupiah.

Kebanyakan juga kue ini disebut sebagai kue yang paling berat di dunia. Sebab, namanya mirip dengan alat pengangkat khusus seperti yang dipakai para buruh pelabuhan untuk mengangkat karung, yakni gancu.

(AHPT)

Continue Reading

Lifestyle

Lokasi Wisata Indah Di Ketinggian KM 11 Parigi, Sulteng

Published

on

By

Beritacelebes.com, Parigi – Tempat wisata yang satu ini kini mulai ramai dikunjungi. Selain kita bisa berinteraksi langsung dengan satwa liar (monyet) kita juga dapat mengabadikan keindahan alamnya melalui ketinggian pengunungan KM 11 di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi tengah. (red)

Continue Reading

Lifestyle

Baznas Resmikan Rumah Sehat di Sulteng

Published

on

By

Beritacelebes.com, Palu – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meresmikan Rumah Sehat Baznas (RSB) di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). RSB yang berlokasidi Desa/Kecamatan Siniu, Kabupaten Parimo itu sengaja didirikan sebagai akses kesehatan unggulan di daerah setempat yang diperuntukkan gratis bagi kalanganwarga tidak mampu (dhuafa).

Selain itu, RSB tersebut jugadikelola secara profesional dengan melibatkan tenaga-tenaga medis hasil kerja samadengan perguruan tinggi kedokteran terkemuka di Sulawesi Tengah. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Ketua Baznas Bambang Sudibyo bersama Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojobberapa waktu lalu.

“RSB ini dibangun menggunakandana infak untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat,” kata Bambang lewat siaran pers nya.

Dia berpendapat, kesehatan adalah nilai investasi yang sangat implikatif, karena akan bermuara pada kebangkitan produktivitas masyarakat dalam memperbaiki kualitas hidupnya. Untuk itu, dia berharap, kehadiran RSB di Sulteng yang pembangunannya menelan biaya hingga senilai Rp 4,5 miliar itu bisa memberikan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma kepada masyarakat setempat.

Gedung RSB Parimo memiliki ukuran853 meter persegi dan dibangun bertingkat dua lantai di atas lahan seluas 5.000 meter persegi. Dalam setahun ke depan, RSB itu diproyeksikan bisa melayani rawat inap dengan kapasitas 60 pasien.

Bambang menjelaskan, RSB adalah salah satu program unggulan Baznas sebagai lembaga pemerintah non struktural yang salah satu tugasnya adalah memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. “RSB ini menjadi proyek unggulan kami, yang dipadukan dengan program penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Bbaznas,” ucap mantan menteri keuangan RI itu.

RSB Parimo, adalah RSB ke-6 diIndonesia yang dibangun dan dikelola Baznas. Sebelumnya, fasilitas kesehatan yang sama telah dibangun pula di Jakarta, Bantul (Yogyakarta), Sidoarjo (JawaTimur), Makasar (Sulawesi Selatan), dan Pangkalpinang (Bangka).

Bambang mengatakan, tujuan pembangunan RSB adalah untuk memeratakan akses kesehatan dan pengobatan bagi warga tak mampu. Di samping itu, pendirian RSB juga sejalan dengan upaya perwujudan sila kelima Pancasila yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bupati Parimo Kol (Purn) Samsurizal Tombolotutu menyambut baik kehadiran RSB di daerahnya. Menurut dia, keberadaan fasilitas kesehatan tersebut bisa menjadi penyempurna rencana tata ruang di Kabupaten Parimo untuk masa yang akan datang.

“RSB ini nantinya juga berfungsi sebagai rumah sakit rujukan di Parimo dan akan terintegrasi dengan pesantren, kantor kepolisian, serta dilengkapi gedung rehabilitasi narkoba,” ujarnya. (red)

 

Continue Reading

Trending